Digital Marketing Strategist, Di Mana Posisimu?
Perubahan strategi bisnis dalam bidang pemasaran yang akan paling banyak memberikan pengaruh adalah proses digitalisasi perusahaan. Perusahaan akan semakin menyadari akan pentingnya membangun sistem dan infrastruktur dalam menghadapi persaingan dengan game yang baru. Pada titik tertentu, perusahaan mungkin disadarkan bahwa bujet pemasaran untuk media digital, naik drastis. Bisa juga kemudian perusahaan mulai melihat kenyataan bahwa social media telah mengubah banyak cara perusahaan untuk berkomunikasi secara internal maupun eksternal.
Lalu, apa yang harus dilakukan oleh CMO dalam konteks struktur organisasi? Pertanyaan pertama adalah bagaimana meletakkan perencanaan dan aktivitas digital marketing ini dalam organisasi? Apakah diperlukan departemen digital marketing? Kalau ya, di mana harus diletakkan? Pertanyaan penting lainnya adalah bagaimana model pengembangan organisasi? Apakah perusahaan lebih baik menggunakan pendekatan organisasi sentralisasi atau desentralisasi?
Evolusi Strukturisasi
Salah satu alternatif untuk menempatkan pekerjaan dari digital marketing (DM) ini adalah menempatkan di bawah departemen pemasaran. Ada juga perusahaan yang menempatkan di bawah departemen komunikasi. Pada tingkat ini, perusahaan biasanya masih tidak yakin akan kontribusi dari DM bagi perusahaan. Bisa jadi, perusahaan masih melihat bahwa media konvensional dan komunikasi tradisional masih memainkan peran utama bagi kinerja produk dan merek perusahaan.
DM hanya dipimpin oleh mereka yang masih setingkat staf atau paling tinggi adalah supervisor. CMO yang meletakkan DM dalam posisi ini mempertimbangkan bahwa DM adalah salah satu alternatif media. Jadi, tanggung jawab staf atau supervisor ini adalah menggunakan web dan social media untuk mendukung media konvensional lainnya seperti televisi dan media cetak. Ini bisa terjadi karena bujet untuk DM dianggap terlalu kecil untuk dipimpin seorang manajer. CMO cuma memberikan deskripsi bahwa DM hanya bersifat taktis dan tidak bernilai strategis.
Beberapa industri seperti otomotif atau elektronik misalnya, biasanya sudah memiliki bujet DM yang relatif besar. Mereka mulai mempertimbangkan untuk menempatkan posisi digital marketing strategist pada tingkat manajer. Dengan demikian, manajer dan staf di bawahnya dapat membantu seluruh brand manager atau product manager. Dengan memilih struktur seperti ini, perusahaan sudah menyadari akan pentingnya digital marketing untuk mengembangkan kinerja pasar dari semua merek yang dimiliki perusahaan. Posisi dari digital marketing strategist pada tingkat ini sudah dituntut untuk membuat perencanaan DM yang komprehensif. Mereka memiliki tujuan strategis yang jelas.
Ketika lingkungan digital sudah mulai semakin besar, struktur yang kedua ini sudah mulai menimbulkan banyak konflik dengan divisi lain. Dibanding dengan pola pemasaran konvensional, strategi dan implementasi DM ini sering kali berhubungan dengan divisi yang lebih banyak. DM akan banyak berhubungan dengan divisi PR atau corporate secretary. Peran dari social media yang semakin besar, akan membuat pekerjaan divisi PR sangat bergantung pada DM. Demikian pula, DM harus berhubungan erat dengan divisi IT perusahaan. Tanpa dukungan dari pihak IT, banyak strategi DM tidak akan berhasil diimplementasikan. DM biasanya banyak berhubungan dengan database pelanggan dan data-data transaksi lainnya.
Demikian pula, DM banyak berhubungan dengan divisi pelayanan dan operasional. Web dan social media merupakan salah satu kontak layanan yang sudah banyak digunakan untuk menampung keluhan pelanggan dan sekaligus sebagai alat komunikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan. Bank-bank di Amerika, sudah mulai menggunakan Twitter untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Bila perusahaan sudah mulai mengembangkan e-commerce, maka perusahaan membutuhkan digital strategist dan bukan hanya digital marketing strategist. Pimpinan digital strategist harus berkolaborasi dengan banyak divisi dari keseluruhansupply chain perusahaan. Mereka harus bekerja sama dengan bagian logistik untuk masalah delivery dan bekerja sama dengan bagian pembelian serta produksi untuk menyelesaikan masalah persediaan. Juga bekerja sama erat dengan bagian keuangan untuk masalah pembayaran dari pelanggan.
Pada tingkat ini, digital strategist sudah memiliki fungsi yang semakin besar dan cross-functional dalam perusahaan. CMO sudah sulit untuk menjadi atasan dari digital strategist. Bagi CEO, pilihannya adalah menjadikan digital strategist pada tingkat VP atau direksi sebagai alternatif pertama. Alternatif kedua adalah menjadikan divisi ini sebagai divisi pendukung untuk divisi-divisi lainnya.
Sentralisasi vs Desentralisasi
Bagaimana perusahaan meletakkan digital marketing strategist bila perusahaan memiliki berbagai strategic business unit(SBU)? CEO akan dihadapkan pada dua pilihan, yaitu mengadopsi sentralisasi atau desentralisasi. Untuk pilihan pertama, yaitu melakukan dengan pendekatan sentralisasi, keuntungannya terutama terletak dalam hal kontrol. Perusahaan bisa mengontrol informasi dan pesan yang harus disampaikan kepada pelanggan. Demikian juga, perusahaan mampu mengontrol konten dari semua media digital. Keuntungan lain adalah kolaborasi dengan departemen atau divisi lain menjadi lebih mudah.
Kelemahan dengan struktur sentralisasi adalah besarnya resources yang diperlukan untuk membangun budaya digital dalam perusahaan. Perusahaan membutuhkan infrastruktur yang lengkap karena mereka harus membangun mulai dari nol. Kelemahan lain yang dominan adalah proses yang lambat dalam merespons perubahan. Dan ini jelas tidak sesuai dengan perubahan teknologi digital yang cenderung sangat cepat.
Hal sebaliknya terjadi dengan desentralisasi. Perusahaan kehilangan kemampuan untuk mengontrol informasi dan konten. Di sisi lain, alternatif ini menawarkan berbagai keuntungan yang menjadi kelemahan sentralisasi. Pertama, karena kewenangan yang tinggi, tim digital cenderung lebih kreatif. Mereka merasa memiliki wewenang dan kebebasan untuk mengembangkan banyak hal. Struktur ini juga sudah pasti akan lebih sesuai bila perusahaan ingin meningkatkan respons terhadap perubahan di pasar. Risiko dari kewenangan dan kebebasan tentunya adalah kesalahan dalam pengambilan keputusan dan konflik internal yang lebih tinggi. Struktur desentralisasi harus diimbangi dengan gaya leadership yang kuat, pemimpin yang memiliki visi yang jelas, tegas dalam mengambil keputusan, tetapi mampu memberikan inspirasi kepada seluruh jajarannya.
Bagi industri perbankan, biasanya mereka menyukai sentralisasi. Kontrol dalam industri ini relatif harus besar. Mereka cenderung tidak berani menghadapi risiko karena kesalahan dalam pengambilan keputusan. Birokrasi dan prosedur memang masih menjadi budaya untuk industri ini. Sebaliknya, industri seperti consumer goods akan cenderung memilih desentralisasi. Tipe ini akan berjalan sesuai dengan budaya perusahaan yang ingin selalu inovatif dan menjadi yang terdepan dibanding dengan pesaingnya.
Bagaimana dengan perusahaan Anda? Sudahkah mulai memikirkan perubahan organisasi untuk mengadopsi peran digital marketing? Di manakah mereka harus diletakkan? Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan DM, CMO dan CEO akan terus dikejar dengan pertanyaan ini. (www.marketing.co.id)
Senin, 30 Januari 2012
5 CARA DIGITAL MARKETING DONGKRAK LOYALITAS PELANGGAN
5 Cara Digital Marketing Dongkrak Program Loyalitas Pelanggan
December 8th, 2011 by sekar.ayu
Kehadiran teknologi digital jelas telah memberikan keuntungan baik bagi individu maupun dunia bisnis. Teknologi ini secara dramatis menciptakan cara baru bagi perusahaan dan pelanggan berhubungan. Perusahaan perlu memahami pelanggan mereka agar dapat merespon kebutuhan pelanggan lebih baik dari yang kompetitor mereka lakukan. Bagi beberapa bisnis, hal ini membuat program loyalitas pelanggan menjadi lebih penting. Karena hal tersebut dapat menjadi perekat antara dunia digital dengan dunia offline.
Sayangnya, pada beberapa kasus program melalui saluran digital tidak “nyambung” dengan program loyalitas pelanggan. Beberapa perusahaan memindahkan program loyalitas mereka dari format cetak ke format digital dalam bentuk kupon online, email, dan aplikasi seluler. Namun seringkali hal ini dilandasi oleh semangat untuk memotong biaya, bukan demi membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan.
Teknologi digital lebih dari sekadar alat untuk menghemat biaya, bisnis unit baru, atau taktik. Data pelanggan atau program loyalitas yang dimiliki perusahaan akan lebih menguntungkan bila perusahaan tersebut mampu berpikir strategis tentang peran digital dalam membangun bisnis yang berorientasi pada pelanggan.
Program loyalitas pelanggan haruslah dipandang sebagai platform kunci bagi pertumbuhan perusahaan. Teknologi digital adalah alat untuk melakukannya. Ada lima solusi digital yang dapat mendukung program loyalitas pelanggan.
* Menyediakan Data
Data pelanggan adalah salah satu keuntungan yang bisa diperoleh melalui program loyalitas. Mekanisme digital kini mampu menghasilkan data ini tanpa perlu infrastruktur terpisah. Sejumlah data signifikan ini jika diambil dengan benar dan menggabungkannya dengan data yang telah ada akan membantu perusahaan memahami pelanggan dan memperbaiki komunikasi agar dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Insight yang diperoleh dari situs atau media sosial dapat membantu perusahaan untuk memahami motivasi pembelian pelanggan. Sayangnya banyak perusahaan yang memiliki situs menganggap saluran ini sebagai pelengkap dan lupa bahwa ada data baru yang bisa diambil dari sana. Jadi ubah cara pandang kita terhadap saluran digital, dan kita akan memperoleh kejutan menyenangkan dari sana.
* Mekanisme Baru untuk Berhubungan dengan Pelanggan Kapanpun, Dimanapun
Pelanggan memiliki banyak pilihan dan peluang untuk berhubungan dengan siapapun di jagad digital. Karenanya sangat penting memperluas strategi program loyalitas ke saluran digital. Dengan begitu perusahaan dapat memaksimalkan peluang untuk berhubungan dengan pelanggan melalui cara yang paling relevan.
* Menyediakan Data Digital untuk Saluran Media Tradisional
Teknologi digital membuka banyak peluang di media yang sebelumnya tertutup. Data media digital di level individu memungkinkan kita melihat target pelanggan yang cocok dengan saluran komunikasi tertentu. Bukan itu saja, data tersebut juga memungkinkan kita melakukan pengukuran yang menghubungkan data online dengan data penjualan offline untuk memahami efektivitas media. Dengan kemitraan antara media online dan tradisional, kita dapat melakukan pengukuran dan memperoleh ROI yang jelas. Bukankan itu yang selama ini kita cari?
* Solusi Pembayaran Digital
Beberapa bisnis telah merilis program e-wallet, dan beberapa telah menciptakan cara transaksi mereka sendiri. Di satu sisi program ini dapat menjadi ancaman disintermediasi program loyalitas, tapi di sisi lain juga membuka peluang. Pelanggan cukup membawa sebuah dompet (dengan banyak kartu di dalamnya). Namun, dengan begitu banyak kartu yang dimiliki, pelanggan mungkin akan lupa program yang kita tawarkan. Karenanya, kehadiran di benak pelanggan adalah kuncinya. Solusi pembayaran digital tentu akan disukai, namun agar berhasil Anda harus menjaga brand Anda dalam top of mindpelanggan, baik dalam hal awareness maupun kepercayaan.
* Memperkuat Kepercayaan
Saluran baru, data baru, dan penyedia layanan baru menambah kerumitan bagi perusahaan untuk mengatur data dan preferensi pelanggan. Hal ini masih ditambah dengan isu mengenai keamanan data pribadi yang semakin menjadi perhatian pelanggan. Kepercayaan dan nilai menjadi kunci hubungan dengan pelanggan, terutama jika mereka harus membagi informasi pribadi kepada perusahaan.
Karenanya, perusahaan harus mampu transparan tentang keamanan data pribadi dan jujur mengenai nilai yang dapat diberikan kepada pelanggan. Program loyalitas adalah platform luar biasa dalam memperkuat dan mempertahankan kepercayaan. Caranya dengan memberikan nilai melalui pengalaman berbelanja.
Filosofi dan pendekatan loyalitas akan selalu menjadi kelebihan kompetitif yang dimiliki perusahaan yang membuatnya menjadi berharga di mata pelanggan. Karenanya program loyalitas seharusnya tidak disingkirkan dari prioritas hanya karena ada mainan digital baru yang lebih kinclong. Program tersebut haruslah dipandang sebagi platform kunci yang mendorong pertumbuhan dan menghubungkan dunia online dan offline, baik bagi perusahaan maupun pelanggan. (www.retailcustomerexperience.com)
December 8th, 2011 by sekar.ayu
Kehadiran teknologi digital jelas telah memberikan keuntungan baik bagi individu maupun dunia bisnis. Teknologi ini secara dramatis menciptakan cara baru bagi perusahaan dan pelanggan berhubungan. Perusahaan perlu memahami pelanggan mereka agar dapat merespon kebutuhan pelanggan lebih baik dari yang kompetitor mereka lakukan. Bagi beberapa bisnis, hal ini membuat program loyalitas pelanggan menjadi lebih penting. Karena hal tersebut dapat menjadi perekat antara dunia digital dengan dunia offline.
Sayangnya, pada beberapa kasus program melalui saluran digital tidak “nyambung” dengan program loyalitas pelanggan. Beberapa perusahaan memindahkan program loyalitas mereka dari format cetak ke format digital dalam bentuk kupon online, email, dan aplikasi seluler. Namun seringkali hal ini dilandasi oleh semangat untuk memotong biaya, bukan demi membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan.
Teknologi digital lebih dari sekadar alat untuk menghemat biaya, bisnis unit baru, atau taktik. Data pelanggan atau program loyalitas yang dimiliki perusahaan akan lebih menguntungkan bila perusahaan tersebut mampu berpikir strategis tentang peran digital dalam membangun bisnis yang berorientasi pada pelanggan.
Program loyalitas pelanggan haruslah dipandang sebagai platform kunci bagi pertumbuhan perusahaan. Teknologi digital adalah alat untuk melakukannya. Ada lima solusi digital yang dapat mendukung program loyalitas pelanggan.
* Menyediakan Data
Data pelanggan adalah salah satu keuntungan yang bisa diperoleh melalui program loyalitas. Mekanisme digital kini mampu menghasilkan data ini tanpa perlu infrastruktur terpisah. Sejumlah data signifikan ini jika diambil dengan benar dan menggabungkannya dengan data yang telah ada akan membantu perusahaan memahami pelanggan dan memperbaiki komunikasi agar dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Insight yang diperoleh dari situs atau media sosial dapat membantu perusahaan untuk memahami motivasi pembelian pelanggan. Sayangnya banyak perusahaan yang memiliki situs menganggap saluran ini sebagai pelengkap dan lupa bahwa ada data baru yang bisa diambil dari sana. Jadi ubah cara pandang kita terhadap saluran digital, dan kita akan memperoleh kejutan menyenangkan dari sana.
* Mekanisme Baru untuk Berhubungan dengan Pelanggan Kapanpun, Dimanapun
Pelanggan memiliki banyak pilihan dan peluang untuk berhubungan dengan siapapun di jagad digital. Karenanya sangat penting memperluas strategi program loyalitas ke saluran digital. Dengan begitu perusahaan dapat memaksimalkan peluang untuk berhubungan dengan pelanggan melalui cara yang paling relevan.
* Menyediakan Data Digital untuk Saluran Media Tradisional
Teknologi digital membuka banyak peluang di media yang sebelumnya tertutup. Data media digital di level individu memungkinkan kita melihat target pelanggan yang cocok dengan saluran komunikasi tertentu. Bukan itu saja, data tersebut juga memungkinkan kita melakukan pengukuran yang menghubungkan data online dengan data penjualan offline untuk memahami efektivitas media. Dengan kemitraan antara media online dan tradisional, kita dapat melakukan pengukuran dan memperoleh ROI yang jelas. Bukankan itu yang selama ini kita cari?
* Solusi Pembayaran Digital
Beberapa bisnis telah merilis program e-wallet, dan beberapa telah menciptakan cara transaksi mereka sendiri. Di satu sisi program ini dapat menjadi ancaman disintermediasi program loyalitas, tapi di sisi lain juga membuka peluang. Pelanggan cukup membawa sebuah dompet (dengan banyak kartu di dalamnya). Namun, dengan begitu banyak kartu yang dimiliki, pelanggan mungkin akan lupa program yang kita tawarkan. Karenanya, kehadiran di benak pelanggan adalah kuncinya. Solusi pembayaran digital tentu akan disukai, namun agar berhasil Anda harus menjaga brand Anda dalam top of mindpelanggan, baik dalam hal awareness maupun kepercayaan.
* Memperkuat Kepercayaan
Saluran baru, data baru, dan penyedia layanan baru menambah kerumitan bagi perusahaan untuk mengatur data dan preferensi pelanggan. Hal ini masih ditambah dengan isu mengenai keamanan data pribadi yang semakin menjadi perhatian pelanggan. Kepercayaan dan nilai menjadi kunci hubungan dengan pelanggan, terutama jika mereka harus membagi informasi pribadi kepada perusahaan.
Karenanya, perusahaan harus mampu transparan tentang keamanan data pribadi dan jujur mengenai nilai yang dapat diberikan kepada pelanggan. Program loyalitas adalah platform luar biasa dalam memperkuat dan mempertahankan kepercayaan. Caranya dengan memberikan nilai melalui pengalaman berbelanja.
Filosofi dan pendekatan loyalitas akan selalu menjadi kelebihan kompetitif yang dimiliki perusahaan yang membuatnya menjadi berharga di mata pelanggan. Karenanya program loyalitas seharusnya tidak disingkirkan dari prioritas hanya karena ada mainan digital baru yang lebih kinclong. Program tersebut haruslah dipandang sebagi platform kunci yang mendorong pertumbuhan dan menghubungkan dunia online dan offline, baik bagi perusahaan maupun pelanggan. (www.retailcustomerexperience.com)
Jumat, 13 Januari 2012
6 Steps for Protecting Corporate Reputation in the Social Media Age
Here are those critical steps to heed to avoid crises like those above.
As Gemma Craven, EVP from Ogilvy’s 360 Digital Influence team says, “It’s no longer the Golden Hour, but the Golden Minute. Lack of a well crafted, well meaning response could cost you.”
Similarly, Robert DeFillippo, chief communications officer from Prudential Financial explains, “It’s just as dangerous to over respond as it is to under respond.”
Apologizing for apologizing only comes across as lazy and uninspired.
Netflix refused to go back to its original price and its stock still sags below what it used to be.
Social media should be used as a tool for honest communication. Admit your mistake, and speak directly to your customers about how you’ll be going back to fix things.
Utilize or establish a blog, Twitter and Facebook networks and a strong company intranet to reassure customers and employees. This allows you to convey messaging through email, video, or webchats. It’s very democratic in nature. It’s a need in a world that evolves at the speed of light.
Companies must drive the messaging and response. Use listening platforms, monitor sentiment, and establish a dedicated team to inform and advise internal and external stakeholders of issues and responses.
Become influential. We are the centerpieces of this new world. If you don’t write, take speaking engagements, talk to your audiences and connect, you become irrelevant. You simply disappear.
Use these channels to focus the conversation around your brand so that when a crisis does arise, you have more control over the perception.
1. Don’t Pretend a Crisis Is Not Happening
As Gemma Craven, EVP from Ogilvy’s 360 Digital Influence team says, “It’s no longer the Golden Hour, but the Golden Minute. Lack of a well crafted, well meaning response could cost you.”
Similarly, Robert DeFillippo, chief communications officer from Prudential Financial explains, “It’s just as dangerous to over respond as it is to under respond.”
2. Don’t Make an Empty Gesture
Apologizing for apologizing only comes across as lazy and uninspired.
3. Don’t Refuse to Backtrack
Netflix refused to go back to its original price and its stock still sags below what it used to be.
Social media should be used as a tool for honest communication. Admit your mistake, and speak directly to your customers about how you’ll be going back to fix things.
4. Develop Channels of Communication
Utilize or establish a blog, Twitter and Facebook networks and a strong company intranet to reassure customers and employees. This allows you to convey messaging through email, video, or webchats. It’s very democratic in nature. It’s a need in a world that evolves at the speed of light.
5. Establish a Crisis Communications Response Team
Companies must drive the messaging and response. Use listening platforms, monitor sentiment, and establish a dedicated team to inform and advise internal and external stakeholders of issues and responses.
6. Become Influential and Change Perceptions
Become influential. We are the centerpieces of this new world. If you don’t write, take speaking engagements, talk to your audiences and connect, you become irrelevant. You simply disappear.
Use these channels to focus the conversation around your brand so that when a crisis does arise, you have more control over the perception.
Kamis, 12 Januari 2012
Master Social Media for Lead Generation
- http://blog.hubspot.com/blog/tabid/6307/bid/25084/The-Ultimate-Cheat-Sheet-for-Expert-Twitter-Marketing.aspx
- http://blog.hubspot.com/blog/tabid/6307/bid/24422/The-Ultimate-Facebook-Marketing-Cheat-Sheet.aspx
- http://blog.hubspot.com/blog/tabid/6307/bid/23454/The-Ultimate-Cheat-Sheet-for-Mastering-LinkedIn.aspx
- http://blog.hubspot.com/blog/tabid/6307/bid/23765/The-Ultimate-Google-Cheat-Sheet.aspx
Selasa, 10 Januari 2012
Senin, 05 Desember 2011
7 Keajaiban Dunia
7 Keajaiban Dunia
Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?
Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:
1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,
"Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami".
Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, "Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu".[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]
Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia". [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]
2. Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,
"Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: "Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut" .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]
Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
"Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]
3. Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,
Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, "Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang".[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].
4. Pengaduan Seekor Onta
Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.
Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.
Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]
5. Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:
Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
"Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, "Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun". Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), "Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?" Wanita itu menjawab, "Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu". Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,"Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]
6. Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, "Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, "Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat".[Lihat Fathul Bari (6/610)]
7. Semut Memberi Komando
Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,
"Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS.An-Naml: 16-19).
Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan "Tujuh Keajaiban Dunia" yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.
GEJALA2 REMEH
GEJALA2 REMEH.
KEDUTAN pada kelopak mata.
Nenek bilang itu tanda kita sedang di 'rasani' atau mau dapat jodoh;
Ahli kesehatan sepakat, 99% kekejangan pada mata disebabkan stress dan lelah amat sangat.
Ahli kesehatan sepakat, 99% kekejangan pada mata disebabkan stress dan lelah amat sangat.
Istirahat dan tidur yang cukup serta mengompres dengan AIR HANGAT beberapa saat akan sangat membantu.
CEGUKAN.
Cegukan pada saat tidak sedang makan apa pun (mis: pedas) merupakan sinyal tubuh kita sedang stres.
Cegukan melepaskan hormon stres ke dalam aliran darah yang merangsang sel syaraf berlebihan.
Akibatnya terjadi kontraksi otot tak sadar yang terletak di dekat pita suara sehingga menimbulkan bunyi.
Dengan menelan sedikit GULA PASIR akan menstimulir ujung syaraf di balik kerongkongan sehingga menghambat impuls syaraf lainnya.. Cegukan pun reda
MENGUAP TERUS.
Menguap tidak selalu berati mengantuk.
Ini sinyal bahwa tubuh kurang bergerak misal duduk di depan komputer > 5 jam.
Ini juga sinyal bahwa oksigen di dalam otak sedang menurun jumlahnya.
Ini juga sinyal bahwa oksigen di dalam otak sedang menurun jumlahnya.
Kondisi ini menurunkan tingkat kewaspadaan serta konsentrasi.
Mengkonsumsi stawberry atau buah2an sangat bermanfaat sebagai suplier oksigen ke otak.
KRAM Kaki.
Kaki yang sering kram setiap malam merupakan sinyal bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi, kekurangan kalsium dan magnesium. Minum AIR PUTIH lebih banyak akan mengatasi masalah kram. SUSU KALSIUM juga sangat disarankan
Dr Karen Wolfe.
Langganan:
Postingan (Atom)